Bombardir Gaza, Ekonomi Israel Bergejolak Boncos Lebih Rp300 Triliun

Selasa, 24 Oktober 2023 - 11:19 WIB
"Jelas jika rentang waktu yang lebih panjang atau lebih pendek dan perkembangan perang ke wilayah-wilayah lain akan mengubah estimasi ini secara substansial."

Israel sedang memperhitungkan biaya ekonomi dari krisis yang mengguncang pasar obligasi hingga valuta asing, dan kehilangan sekitar USD19 miliar atau lebih dari Rp300 triliun dari nilai saham negara itu. Kejatuhan ini telah mendorong intervensi yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh bank sentral dengan janji untuk menjual sebanyak USD30 miliar untuk mendukung nilai tukar shekel.

Shekel Jadi Prioritas

Prioritas yang muncul menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan menghindari penurunan suku bunga untuk saat ini guna menghindari lebih banyak tekanan pada mata uang tersebut, menyusul 10 kenaikan yang dimulai awal tahun lalu ketika biaya pinjaman resmi mendekati nol.

Dalam sebuah pernyataan yang menyertai keputusannya pada hari Senin, bank sentral belum mengindikasikan kemungkinan arah langkah selanjutnya.

"Jalur suku bunga, dan penggunaan alat kebijakan moneter tambahan, akan ditentukan sesuai dengan tujuan dan dengan perkembangan perang, serta dengan data aktivitas ekonomi dan dinamika inflasi, untuk terus mendukung stabilitas pasar dan mencapai tujuan kebijakan dan kebutuhan ekonomi."

Meskipun penurunan shekel pertama kali dimulai beberapa bulan yang lalu dengan upaya kontroversial pemerintah untuk mengurangi kekuatan pengadilan, guncangan konflik telah mempercepat depresiasi shekel ke level terlemah dalam delapan tahun terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!