Modal Asing Lari ke Luar, Sri Mulyani Optimistis Ekonomi RI Tetap Berlari ke 5,1%

Jum'at, 03 November 2023 - 11:14 WIB
Sementara itu, perekonomian China menunjukkan perlambatan dipengaruhi perlemahan konsumsi dan krisis di sektor properti. Baca Juga: AS Selamat dari Resesi, Ekonomi Melesat 4,9% di Kuartal III 2023

"Tekanan inflasi diperkirakan masih tinggi. Hal ini dipicu kenaikan harga energi dan pangan akibat eskalasi konflik geopolitik, terjadinya fragmentasi ekonomi, dan terjadinya fenomena El Nino," ucap Sri.

Suku bunga moneter di negara maju termasuk Fed Fuds Rate, diperkirakan masih tetap berada di level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer).

Kenaikan suku bunga diperkirakan dikuti kenaikan yield obligasi tenor jangka panjang di negara-negara maju khususnya obligasi pemerintah AS akibat peningkatan kebutuhan pembiayaan pemerintah AS dan adanya premi risiko jangka panjang (term premia).

Perkembangan ini memicu capital outflow ke negara maju dan ini mendorong penguatan signifikan mata uang dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!