Taliban Larang Tanam Opium, Petani Afghanistan Kehilangan Pendapatan Rp15,5 Triliun
Minggu, 05 November 2023 - 19:50 WIB
Hingga 2023, nilai ekspor opiat Afghanistan sering melampaui nilai ekspor legalnya. Para pejabat PBB mengatakan, kontraksi kuat ekonomi opium diperkirakan akan memiliki konsekuensi yang luas bagi negara itu karena ekspor opiat sebelum larangan menyumbang antara 9-14% dari PDB nasional.
"Warga Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak untuk memenuhi kebutuhan mereka yang paling utama, menyerap guncangan pendapatan yang hilang dan menyelamatkan nyawa," kata Direktur Eksekutif UNODC, Ghada Waly.
Baca Juga: Ekonomi Afghanistan Dibangun dari Ketergantungan Bantuan, Bagaimana Saat Dipimpin Taliban?
"Afghanistan sangat membutuhkan investasi dalam mata pencaharian berkelanjutan untuk memberi warga Afghanistan peluang jauh dari opium," katanya.
Warga Afghanistan menghadapi kekeringan, kesulitan ekonomi yang parah dan konsekuensi lanjutan dari perang dan bencana alam selama beberapa dekade.
"Warga Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak untuk memenuhi kebutuhan mereka yang paling utama, menyerap guncangan pendapatan yang hilang dan menyelamatkan nyawa," kata Direktur Eksekutif UNODC, Ghada Waly.
Baca Juga: Ekonomi Afghanistan Dibangun dari Ketergantungan Bantuan, Bagaimana Saat Dipimpin Taliban?
"Afghanistan sangat membutuhkan investasi dalam mata pencaharian berkelanjutan untuk memberi warga Afghanistan peluang jauh dari opium," katanya.
Warga Afghanistan menghadapi kekeringan, kesulitan ekonomi yang parah dan konsekuensi lanjutan dari perang dan bencana alam selama beberapa dekade.
Lihat Juga :