Sri Mulyani: Mei Jadi Puncaknya Covid-19 di Indonesia
Kamis, 30 April 2020 - 13:03 WIB
Sambung Menkeu menambahkan, kondisi saat ini memicu krisis keuangan dengan spill over ke sektor riil. Di sisi global, dampaknya memicu harga minyak turun 70% dari awal tahun hingga 24 April 2020.
Adapun total kerugian ekonomi secara global mencapai USD9 triliun pada 2020-2021. "Angka ini setara dengan total PDB Jepang dan Jerman," pungkasnya.
"Ini untuk 2020-2021 karena kontraksi ekonomi dan PHK di mana-mana. Jadi dalam hal ini tidak ada pertanyaan lagi apakah Covid-19 ini memiliki dampak dahsyat ke ekonomi dunia. Sudah terbukti. Fokus sekarang kita mitigasi dampaknya karena tidak tahu kapan ini selesai," tutur Sri Mulyani.
Adapun total kerugian ekonomi secara global mencapai USD9 triliun pada 2020-2021. "Angka ini setara dengan total PDB Jepang dan Jerman," pungkasnya.
"Ini untuk 2020-2021 karena kontraksi ekonomi dan PHK di mana-mana. Jadi dalam hal ini tidak ada pertanyaan lagi apakah Covid-19 ini memiliki dampak dahsyat ke ekonomi dunia. Sudah terbukti. Fokus sekarang kita mitigasi dampaknya karena tidak tahu kapan ini selesai," tutur Sri Mulyani.
(akr)
Lihat Juga :