Israel Kumpulkan Pinjaman Rp92,1 Triliun untuk Mendanai Perang Melawan Hamas

Minggu, 19 November 2023 - 16:08 WIB
Harga akhir dari kesepakatan itu tidak diungkapkan. Namun, para bankir mengatakan, mereka telah menetapkan harga sesuai dengan apa yang mereka harapkan dari kesepakatan publik. Dari dua obligasi dolar yang diterbitkan pada bulan November, Israel membayar kupon 6,25% dan 6,5% pada obligasi yang jatuh tempo dalam waktu empat dan delapan tahun.

Hal itu jauh lebih tinggi dari benchmark imbal hasil Treasury AS, yang berkisar antara 4,5 dan 4,7% ketika obligasi diterbitkan. Kesepakatan tersebut masing-masing diatur oleh Goldman Sachs dan Bank of America.

Sebaliknya, Israel menerbitkan obligasi dolar di Januari 2033 dengan kupon 4,5%, spread yang jauh lebih kecil – atau kesenjangan – di atas imbal hasil Treasury, yang 3,6% pada saat itu.

Beberapa di pasar utang memandang penerbitan obligasi Israel untuk membantu mendanai perang disebut kontroversial. Sementara beberapa investor, misalnya di AS, telah tertarik untuk meminjamkan ke negara itu setelah serangan 7 Oktober.

Investor dan analis mencatat bahwa penerbitan bumper dilakukan melalui private placement daripada melalui sindikasi terbuka dan roadshow, yang biasanya dilakukan ketika obligasi baru.

Diterangkan oleh para investor, alasan di balik langkah tersebut adalah bisa mengumpulkan dana perang dengan cepat tanpa menarik perhatian yang tidak diinginkan. Lalu bisa juga menjadi tanda gugupnya beberapa investor soal membeli utang Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!