Badan Pangan dan Aruna Gaungkan Revolusi Protein di Kalangan Masyarakat Pesisir
Jum'at, 15 Desember 2023 - 21:27 WIB
“Perlunya investasi kesehatan gizi pada anak sepanjang 8,000 HPK. Kita bicara idealnya, ya—itu akan sampai sekitar usia 21 tahun,” kata Febrina Cholida, Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi BPN, saat shoot video podcast dengan tema “Pangan Sumber Protein Hewani untuk Pemenuhan Gizi Anak Sekolah” dikutip Jumat (16/12/2023).
Febrina melanjutkan, investasi di 1.000 HPK kritikal sudah banyak didukung oleh kebijakan di banyak negara, tetapi investasi kesehatan dan gizi selama 7.000 hari ke depan juga penting, terutama untuk mempertahankan hasil investasi di 1.000 HPK, memberikan kesempatan untuk mengejar ketinggalan, dan mengatasi fase-fase kerentanan, khususnya pubertas, percepatan pertumbuhan, dan perkembangan otak pada masa remaja.
"Itulah mengapa, campaign semacam Revolusi Protein ini penting,” tambahnya.
Intervensi dengan pendekatan ini sifatnya lebih hemat biaya dan menghasilkan pengembalian investasi yang tinggi di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan ekonomi lokal.
Aruna dan BPN juga memaparkan data bahwa hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 , sebanyak 26,1% anak usia sekolah tidak sarapan. Kondisi tersebut akan berpengaruh kepada konsentrasi dan kecerdasan otak anak usia sekolah yang akan berakibat pada penurunan prestasi belajar.
Febrina melanjutkan, investasi di 1.000 HPK kritikal sudah banyak didukung oleh kebijakan di banyak negara, tetapi investasi kesehatan dan gizi selama 7.000 hari ke depan juga penting, terutama untuk mempertahankan hasil investasi di 1.000 HPK, memberikan kesempatan untuk mengejar ketinggalan, dan mengatasi fase-fase kerentanan, khususnya pubertas, percepatan pertumbuhan, dan perkembangan otak pada masa remaja.
"Itulah mengapa, campaign semacam Revolusi Protein ini penting,” tambahnya.
Intervensi dengan pendekatan ini sifatnya lebih hemat biaya dan menghasilkan pengembalian investasi yang tinggi di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan ekonomi lokal.
Aruna dan BPN juga memaparkan data bahwa hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 , sebanyak 26,1% anak usia sekolah tidak sarapan. Kondisi tersebut akan berpengaruh kepada konsentrasi dan kecerdasan otak anak usia sekolah yang akan berakibat pada penurunan prestasi belajar.
Lihat Juga :