Strategi LPKR Mengelola Air Berkelanjutan, Target Konsumsi Capai 20%
Rabu, 10 Januari 2024 - 11:02 WIB
Pada tahun 2022, sekitar 15% konsumsi air Grup LPKR berasal dari sumber air berkelanjutan seperti daur ulang air limbah dan pemanenan air hujan. Hal ini menggambarkan peningkatan konkret sebesar 400 ribu m3 konsumsi air dari sumber air berkelanjutan pada tahun 2022, jika dibandingkan dengan tahun 2019.
Baca Juga: LPKR Bukukan Penjualan Rp3,36 Triliun, Rumah Tapak Jadi Andalan
Selain pengelolaan air di lapangan, Divisi Pengolahan Air (WTD) Grup LPKR juga terlibat langsung dalam pengolahan dan pendistribusian air di kawasan utama perusahaan, yaitu di Lippo Village, Lippo Cikarang, Tanjung Bunga, dan Kemang Village. Hal ini merupakan bagian dari strategi ketangguhan air LPKR secara holistik untuk dapat mengelola suplai air dengan bertanggung jawab dan untuk mencegah gangguan yang mungkin terjadi.
Group CEO LPKR John Riady mengatakan, LPKR berkomitmen dalam pengelolaan air secara berkelanjutan di sejumlah proyeknya. Pada tahun 2030 mendatang, LPKR menargetkan 20% dari total konsumsi air berasal dari sumber air berkelanjutan.
Baca Juga: LPKR Bukukan Penjualan Rp3,36 Triliun, Rumah Tapak Jadi Andalan
Selain pengelolaan air di lapangan, Divisi Pengolahan Air (WTD) Grup LPKR juga terlibat langsung dalam pengolahan dan pendistribusian air di kawasan utama perusahaan, yaitu di Lippo Village, Lippo Cikarang, Tanjung Bunga, dan Kemang Village. Hal ini merupakan bagian dari strategi ketangguhan air LPKR secara holistik untuk dapat mengelola suplai air dengan bertanggung jawab dan untuk mencegah gangguan yang mungkin terjadi.
Group CEO LPKR John Riady mengatakan, LPKR berkomitmen dalam pengelolaan air secara berkelanjutan di sejumlah proyeknya. Pada tahun 2030 mendatang, LPKR menargetkan 20% dari total konsumsi air berasal dari sumber air berkelanjutan.
(akr)
Lihat Juga :