Lampaui Target, Realisasi Produksi Batu Bara Capai 775 Juta Ton di 2023
Selasa, 16 Januari 2024 - 08:30 WIB
Kementerian ESDM melaporkan realisasi produksi batu bara sepanjang 2023. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi produksi batu bara sepanjang 2023 mencapai 775 juta ton. Capaian ini melampaui dari target yang dibidik sebesar 695 juta ton.
"Jadi produksi kita, untuk realisasi tahun 2023 mencapai 775 juta ton dan untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) kita bisa menuhi kebutuhan 213 juta ton dan kemudian juga ekspornya 518 juta ton," jelas Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (15/1/2024).
Baca Juga: Harta Karun Batu Bara RI Masih Melimpah, Sumber Dayanya Tembus 98,5 Miliar Ton
Dia mengatakan terjadi peningkatan pemanfaatan batubara domestik dari target tahun 2023 sebesar 177 juta ton. Hal tersebut disebabkan adanya demand batu bara lebih banyak, karena adanya tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru dari proyek-proyek 35 GW yang sedang diselesaikan. "Penyebab kedua adalah karena pasokan energi alternatif lainnya agak terganggu pasokannya," imbuhnya.
"Jadi produksi kita, untuk realisasi tahun 2023 mencapai 775 juta ton dan untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) kita bisa menuhi kebutuhan 213 juta ton dan kemudian juga ekspornya 518 juta ton," jelas Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (15/1/2024).
Baca Juga: Harta Karun Batu Bara RI Masih Melimpah, Sumber Dayanya Tembus 98,5 Miliar Ton
Dia mengatakan terjadi peningkatan pemanfaatan batubara domestik dari target tahun 2023 sebesar 177 juta ton. Hal tersebut disebabkan adanya demand batu bara lebih banyak, karena adanya tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru dari proyek-proyek 35 GW yang sedang diselesaikan. "Penyebab kedua adalah karena pasokan energi alternatif lainnya agak terganggu pasokannya," imbuhnya.
Lihat Juga :