Rusia Kalahkan Arab Saudi untuk Jadi Pengekspor Minyak Terbesar ke China

Selasa, 23 Januari 2024 - 10:10 WIB
Sebagai informasi Moskow mulai mendiversifikasi pasokan energinya pada tahun 2022 setelah Uni Eropa, G7, dan sekutu memberlakukan embargo pada minyak Rusia yang diangkut melalui laut. Bersamaan dengan sanksi tersebut, ada juga pembatasan harga minyak Rusia diharga USD60 per barel.

Sanksi Barat itu sebagai upaya untuk menekan pendapatan energi Rusia. Pembatasan serupa kemudian diperkenalkan untuk ekspor produk minyak bumi. Batas atas yang disepakati untuk diesel adalah USD100 per barel, dan USD45 untuk produk diskon seperti bahan bakar minyak.

Akibat adanya sanksi Barat itu, produsen minyak Rusia telah mengalihkan pasokan minyak mentah Siberia Timur ke Asia, dan melanjutkan transportasi minyak mentah dengan kereta api.

Bulan lalu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, bahwa penjualan minyak ke Uni Eropa, yang pernah menjadi pasar terbesar Rusia, telah turun hingga 90%. Sementara itu sejumlah pejabat Barat telah mencatat bahwa minyak dari Rusia masih memasuki pasar UE melalui perantara dengan harga tinggi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!