Ekonomi AS Melaju Kencang, Makin Jauh Tinggalkan China

Minggu, 28 Januari 2024 - 11:17 WIB
Para ekonom juga menggunakan sesuatu yang disebut paritas daya beli, yang mencoba memperhitungkan perbedaan harga antar negara untuk barang atau jasa yang sama. Atas dasar itu, China menyalip AS sekitar tahun 2016.

Baca Juga: Usai Keputusan Mahkamah Internasional, AS Setop Pendanaan UNRWA

Namun, banyak pengamat tidak berpikir bahwa itu adalah cara terbaik untuk mengukur kekuatan ekonomi di panggung dunia. Untuk itu, PDB nominal dipandang sebagai panduan yang lebih baik.

"Pandemi menutupi banyak kelemahan China yang mendalam dan struktural dan akan berlangsung selama satu dekade tergantung pada kemampuan mereka untuk melakukan reformasi," kata Josh Lipsky, mantan penasihat IMF yang sekarang menjabat sebagai direktur Pusat GeoEkonomi Atlantic Council.

Presiden Peterson Institute for International Economics Adam Posen berpendapat bahwa Presiden China Xi Jinping telah memperparah kelemahan ekonomi yang mendasari negara tersebut dengan pelaksanaan kekuasaan otoriter di seluruh ekonomi dan masyarakat, terutama selama pandemi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!