Taktik 'Gas dan Rem' Ala Jokowi Seperti Apa? Ini Penjelasan Erick Thohir
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:37 WIB
Taktik gas dan rem sering dilontarkan Presiden Jokowi dalam menangani Covid-19. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Belakangan ini istilah "Gas dan Rem" kerap diucapkan sejumlah pejabat tinggi negara saat memberikan pernyataan penanaman Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah masyarakat. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun pernah menggunakan frasa tersebut sebagai taktik menangani Covid-19.
Erick menjelaskan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi, penanganan Covid-19 seperti mengatur rem dan gas secara seimbang. Dalam hal ini, penanganan dampak kesehatan harus seimbang dengan ekonomi. "Karena itu Pak Presiden kemarin juga berusaha mencari jalan keluar bagaimana istilah beliau "gas dan rem" atau kesehatan dan ekonomi yang tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Saya juga menjelaskan bagaimana Komite yang dibentuk Presiden, yang ada gas dan rem. Pada awalnya, ini yang terus Pak Presiden perbaiki antara gas dan rem itu," ujar Erick dalam Webinar, Rabu, (12/8/2020).
Baca Juga: Jokowi: Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang Bagaikan Rem dan Gas
Dia menegaskan, antara ekonomi dan kesehatan tidak bisa di bolak-balik. Dia bilang, pemerintah memang menyepakati kesehatan dan ekonomi berjalan seiring, tetapi kesehatan adalah yang menjadi konsentrasi utama pemerintah. "Karena itu peningkatan disiplin bagaimana memakai masker, cuci tangan, dan lain-lain yang dibantu seluruh masyarakat Indonesia adalah yang menjadi kuncinya untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus. Selain kita membantu tadi yang namanya terapi penyembuhan," ujar dia.
Erick menjelaskan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi, penanganan Covid-19 seperti mengatur rem dan gas secara seimbang. Dalam hal ini, penanganan dampak kesehatan harus seimbang dengan ekonomi. "Karena itu Pak Presiden kemarin juga berusaha mencari jalan keluar bagaimana istilah beliau "gas dan rem" atau kesehatan dan ekonomi yang tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Saya juga menjelaskan bagaimana Komite yang dibentuk Presiden, yang ada gas dan rem. Pada awalnya, ini yang terus Pak Presiden perbaiki antara gas dan rem itu," ujar Erick dalam Webinar, Rabu, (12/8/2020).
Baca Juga: Jokowi: Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang Bagaikan Rem dan Gas
Dia menegaskan, antara ekonomi dan kesehatan tidak bisa di bolak-balik. Dia bilang, pemerintah memang menyepakati kesehatan dan ekonomi berjalan seiring, tetapi kesehatan adalah yang menjadi konsentrasi utama pemerintah. "Karena itu peningkatan disiplin bagaimana memakai masker, cuci tangan, dan lain-lain yang dibantu seluruh masyarakat Indonesia adalah yang menjadi kuncinya untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus. Selain kita membantu tadi yang namanya terapi penyembuhan," ujar dia.
Lihat Juga :