Peringkat Kredit Diturunkan Moody's, Menteri Keuangan Israel Ngamuk-ngamuk

Selasa, 13 Februari 2024 - 08:54 WIB
Perekonomian Israel bangkit kembali setelah perang sebelumnya dengan Hamas, tetapi perang saat ini jauh lebih lama daripada perang sebelumnya. Perang ini mencakup pengeluaran militer yang sangat besar serta pemanggilan besar-besaran para tentara cadangan, yang membebani perekonomian dengan mengeluarkan mereka dari angkatan kerja.

Gubernur Bank Sentral Israel Amir Yaron menanggapi pengumuman Moody's mengatakan, ekonomi Israel tangguh dan telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada bulan November sebulan setelah perang pecah.

Baca Juga: Peringkat Kredit dan Utang Israel Diturunkan Imbas Perang dengan Hamas

Bahkan sebelum itu, Israel sebuah dinamo wirausaha dengan ekonomi yang menyaingi negara-negara di Eropa Barat sedang mengalami kesulitan. Kekhawatiran mengenai pemerintahan Israel, kenaikan inflasi dan perlambatan investasi teknologi di seluruh dunia tahun lalu juga membebani perekonomian.

Pundi-pundi keuangannya yang pernah membengkak karena investasi teknologi juga terpukul oleh usulan perombakan peradilan yang diajukan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang berusaha untuk melemahkan kekuatan pengadilan di negara ini. Moody's telah menyuarakan kekhawatiran rencana tersebut dapat melemahkan iklim investasi Israel.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!