Peringkat Kredit dan Utang Israel Diturunkan Imbas Perang dengan Hamas

Minggu, 11 Februari 2024 - 07:30 WIB
loading...
Peringkat Kredit dan...
Lembaga pemeringkat internasional, Moodys menurunkan peringkat kredit Israel sebagai dampak perang dengan Hamas di Gaza. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional , Moody's menurunkan peringkat kredit Israel pada Jumat (9/2) sebagai dampak perang dengan Hamas di Gaza . Untuk pertama kalinya bagi Israel, Moody’s menurunkannya satu tingkat dari A1 menjadi A2.

Baca Juga: S&P Global Ratings Ancam Pangkas Peringkat Kredit Israel

Selain memangkas skor kredit Israel, Moody's juga menurunkan prospek utang Israel menjadi 'negatif' karena "risiko eskalasi" dengan kelompok militan Lebanon yang jauh lebih kuat, Hizbullah, yang beroperasi di sepanjang perbatasan utaranya.

Baca Juga: Moody's Pangkas Peringkat Utang AS Jadi Negatif, Picu Kemarahan Pemerintahan Biden

Dalam sebuah pernyataan, Moody's menerangkan, risiko politik dan fiskal dari perang Israel yang berkelanjutan dengan kelompok militan Palestina Hamas sebagai alasan penurunan peringkat.

"Konflik militer yang sedang berlangsung dengan Hamas, akibatnya dan konsekuensi yang lebih luas secara material meningkatkan risiko politik bagi Israel serta melemahkan lembaga eksekutif dan legislatif dan kekuatan fiskalnya, untuk masa mendatang," kata badan itu dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Sementara itu diterangkan juga, meski perang di Gaza saat ini berkurang intensitasnya atau jeda. Namun tidak ada kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan secara tahan lama dan tidak ada kesepakatan tentang rencana jangka panjang yang akan sepenuhnya memulihkan dan akhirnya memperkuat keamanan bagi Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Purbaya Bawa Kabar Gembira...
Purbaya Bawa Kabar Gembira dari Washington: S&P Pertahankan Rating RI Tetap Triple B
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
Rekomendasi
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Marc Marquez Dominan...
Marc Marquez Dominan di Sprint Race MotoGP Hungaria, Veda Ega Start dari Baris Ketiga Moto3
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved