Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Kamis, 15 Februari 2024 - 18:13 WIB
Poundsterling terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan euro. Sementara itu investor meramalkan Bank of England (BoE) bakal memotong suku bunga tahun ini dan sektor bisnis akan meminta lebih banyak bantuan dari pemerintah dalam rencana anggaran yang jatuh tempo pada 6 Maret.
Baca Juga: Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Data ekonomi pada hari Kamis (15/2/2024), membuat Inggris bergabung dengan Jepang di antara kelompok negara maju G7 yang jatuh ke dalam resesi. Berdasarkan historis, resesi Inggris kemungkinan hanya berumur pendek dan tidak terlalu dalam.
Di sisi lain, Kanada belum melaporkan data PDB untuk kuartal keempat. Ekonomi Inggris berdiri hanya 1% lebih tinggi dari posisi akhir 2019, sebelum pandemi COVID-19 melanda - ketika hanya Jerman di antara negara-negara G7 yang bernasib lebih buruk.
Baca Juga: Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Data ekonomi pada hari Kamis (15/2/2024), membuat Inggris bergabung dengan Jepang di antara kelompok negara maju G7 yang jatuh ke dalam resesi. Berdasarkan historis, resesi Inggris kemungkinan hanya berumur pendek dan tidak terlalu dalam.
Di sisi lain, Kanada belum melaporkan data PDB untuk kuartal keempat. Ekonomi Inggris berdiri hanya 1% lebih tinggi dari posisi akhir 2019, sebelum pandemi COVID-19 melanda - ketika hanya Jerman di antara negara-negara G7 yang bernasib lebih buruk.
(akr)
Lihat Juga :