Raksasa Pelayaran Memperingatkan Krisis Laut Merah Bakal Panjang hingga Paruh Kedua 2024

Senin, 19 Februari 2024 - 07:38 WIB
Sementara itu, para militan telah bersumpah akan memperluas serangan mereka setelah Amerika Serikat atau AS dan Inggris mulai melayangkan serangan balasan terhadap target terkait Houthi di Yaman .

"Sayangnya, kami tidak melihat perubahan di Laut Merah terjadi dalam waktu dekat," kata presiden regional untuk Maersk Amerika Utara, Charles van der Steene dilansir CNBC.

"Kami memperkirakan rute transit yang lebih panjang dapat bertahan hingga Q2 dan berpotensi sampai Q3. Pelanggan perlu memastikan bahwa mereka akan merasakan waktu transit yang lebih lama secara keseluruhan ke dalam rantai pasokan mereka," sambungnya.

Sebagai informasi lalu lintas melalui Terusan Suez – rute tercepat dari Asia ke Eropa – mencapai sekitar 15% dari pengiriman komersial dunia. Perusahaan angkutan logistik besar saat ini menghadapi ancaman peningkatan biaya dan meroketnya premi asuransi karena harus mengalihkan kapal mereka dari Laut Merah.

Menurut van der Steen, selain pengiriman, perusahaan perlu mengukur biaya untuk rantai pasokan mereka dengan biaya aktual.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!