Beras RI Minus 2,8 Juta Ton, Mentan Sebut Produktivitas Pertanian RI Balik Normal 3 Tahun Lagi

Rabu, 21 Februari 2024 - 06:38 WIB
Saat harga beras naik gila-gilaan di tengah menyusutnya produksi Indonesia, Mentan menargetkan produktivitas pertanian di Indonesia baru akan pulih 3 tahun ke depan. Foto/Dok
JAKARTA - Tingginya harga beras saat ini di Indonesia yang diakibatkan menyusutnya produksi, sepertinya bakal terjadi cukup lama. Diakui olehMenteri Pertanian ( Mentan ) Andi Amran Sulaiman bahwa, saat ini produktivitas pertanian di Indonesia tengah mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh berkurangnya lahan pertanian, alokasi pupuk, hingga faktor perubahan iklim.

Baca Juga: Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton



Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), volume produksi gabah kering giling (GKG) Indonesia sebanyak 81,07 juta ton pada tahun 2017. Namun pada tahun 2018 produksinya anjlok menjadi 59,2 juta ton. Penurunan juga diikuti pada tahun 2019 menjadi 54,6 juta ton, dan jumlahnya stagnan hingga saat ini.

Baca Juga: Beras Premium di Ritel Modern Masih Akan Mahal hingga April

Mentan Amran menargetkan, dalam 3 tahun mendatang setidaknya volume produksi petani bisa kembali di tingkatkan lewat beberapa instrumen kebijakan, seperti pemanfaatan lahan rawa, hingga peningkatan anggaran pupuk bersubsidi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!