Naik 220%, PLN EPI Akan Pasok 2,2 Juta Ton Biomassa di 2024

Jum'at, 01 Maret 2024 - 17:42 WIB
Kendati penggunaan biomassa naik signifikan, Mamit menegaskan bahwa hal itu tak akan mengerek biaya pokok produksi pembangkit. Sebab, jelas dia, harga biomassa terbilang cukup terjangkau, setara dengan batu bara sehingga sangat ekonomis untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif bagi pembangkit.

"Saat ini harga batu bara sekitar USD5-6 sen per kilo Watt hour (kWh). Biomassa juga setara dengan itu. Jika dibandingkan dengan EBT lain, biomassa ini yang paling murah," jelasnya.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan biomassa untuk pembangkit, lanjut Mamit, reduksi emisi yang timbul dari PLTU juga meningkat drastis. Dari penggunaan biomassa sebesar 2,2 juta ton ditahun ini, kata dia, reduksi emisi yang terjadi ditargetkan bisa mencapai 2,4 juta ton CO2, naik dua kali lipat lebih dibandingkan realisasi penurunan emisi pada tahun 2023 yang sebesar 1,05 juta ton CO2.

Baca Juga: Daftar 21 Merek Kurma Israel yang Diboikot Umat Islam Seluruh Dunia

Lebih lanjut, Mamit mengatakan bahwa di tahun berikutnya, akan ada 52 PLTU yang menggunakan biomassa. Sementara, total kebutuhan biomassa juga melejit hingga 10,2 juta ton biomassa. Untuk bisa menjaga pasokan, kata dia, berbagai upaya dilakukan oleh PLN EPI.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!