Israel Tak Peduli Ekonomi Carut Marut Asal Menang Perang

Minggu, 03 Maret 2024 - 07:40 WIB
Barkat mengatakan, Israel akan melakukan pinjaman dalam waktu dekat. Pinjaman ini ditambah dengan dampak ekonomi dari perang, akan meningkatkan rasio utang terhadap produk domestik bruto – ukuran kemampuan Israel untuk membayar utangnya – dari 62% menjadi 70%, katanya.

Israel berencana menambah utang sekitar US$60 miliar atau sekitar Rp939 triliun, menunda perekrutan pegawai pemerintah, serta menaikkan pajak tahun ini. Langkah ini diambil untuk meningkatkan belanja pertahanan.

Tapi Barkat memperkirakan ekonomi pascaperang akan tumbuh, memperoleh keuntungan dari ledakan inovasi di sektor teknologi tinggi Israel yang merupakan kontributor utama bagi perekonomian.

Gubernur Bank of Israel, Amir Yaron juga menggarisbawahi, ketahanan ekonomi Israel setelah mempertahankan suku bunga stabil menyusul pemotongan seperempat poin pada bulan Januari.

Dia mengatakan bahwa sementara ada ketidakpastian atas sejauh mana efek perang dan durasi perang, ekonomi Israel "bertumpu pada fondasi yang kokoh dan tangguh", dan biasanya pulih setelah konflik militer dan "kembali dengan cepat menuju kemakmuran," klaimnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!