Ikhtiar Agen BRILink Guyub Merawat Kepercayaan Sopir Bajaj dan Pedagang Pasar

Selasa, 05 Maret 2024 - 15:02 WIB
“Dulu pemasukan antara Rp200 ribu sampai 300 ribu sehari. Tapi setelah jadi agen sehari bisa Rp400 ribu. Ya lumayanlah buat nambah nambah cicilan kontrakan,” tukas Puji yang mengaku keluarganya selama ini tinggal di kontrakan counter HP yang juga dijadikan tempat dirinya memberi pelayanan BRILink.

Pahit Manis Layani Nasabah

Puji mengatakan, banyak suka duka dirinya dalam melayani nasabah. Mulai dari soal komplain layanan hingga penggunaan sistem pembayaran. Apapun complain yang disampaikan nasabah, Puji mengaku siap mendengarkan dan memberi penjelasan.

“Kalau soal complain mah kaya makanan sehari hari. Biasannya saya beri penjelasan pelan-pelan. Intinya dengan bahasa yang tidak menyinggung. Namun kadang saya juga terpancing emosi juga kalau ada nasabah yang ngeyel,” kata Puji sembari tertawa kecil jika mengenang pengalaman itu.

Baca Juga: AgenBRILink Tingkatkan Lapangan Kerja dan Inklusi Keuangan

Puji dan sang suami berharap kedepan banyak layanan baru dan juga kemudahan yang diberikan BRI bagi para agen BRILink. Meski saat ini situasi perekonomi nasional sedang tidak menentu, dirinya tetap optmistis layanan BRILink masih banyak yang membutuhkan karena kemudahan yang ditawarkan.

Pengakuan Puji yang merasa keberadaannya sebagai agen BRILink bisa meringankan beban ekonomi keluarga juga diamini Pimpinan Cabang BRI KC Jakarta Otista R Mochamad Yogiprayogi. Menurut Yogi, sejak awal digulirkannya BRILink selain untuk mendekatkan pelayanan BRI kepada nasabah adalah juga menambah penghasilan bagi agen bersangkutan.

“Selain memperluas layanan agar menjangkau semua lapisan masyarakat, keberadaan BRILink memang secara konseptual tujuannya adalah untuk bisa menambah penghasilan dan bisa menjadi sumber ekonomi para agen,” ujar Yogi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!