Dolar AS Tumbang, Rupiah Kembali Ditutup Menguat ke Rp15.590

Jum'at, 08 Maret 2024 - 16:09 WIB
Fokus saat ini beralih ke laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga AS, terutama setelah laporan pekerjaan pada bulan Januari yang mengejutkan pasar.

Data pasar tenaga kerja pada hari Jumat dirilis menjelang pembacaan inflasi AS minggu depan. Sementara itu, ekspektasi siklus pelonggaran kebijakan The Fed dalam waktu dekat membuat dolar. Dari sentimen domestik, pencoblosan, situasi politik yang sempat panas, perlahan mulai mereda. Aksi saling serang antar kubu capres sudah jauh menurun.

"Memang masih ada riak-riak, tapi situasinya relatif dingin. Para politisi tampaknya masih sibuk menjaga suara di dapilnya masing-masing," katanya.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat Usai The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga

Namun, di tengah suasana politik yang adem ini, ada persoalan ekonomi yang bikin rakyat menjerit. Sejak awal tahun lalu, harga pangan, terutama beras mulai bergerak naik. Kenaikannya ugal-ugalan. Pemandangan warga mengantre panjang untuk mendapat beras murah tampak di berbagai daerah. Dengan demikian, untuk perdagangan pekan depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup lanjutkan penguatan terbatas di rentang Rp15.540 - Rp15.630.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!