Pertamina Perkokoh Posisi sebagai Perusahaan Energi Dunia
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 16:49 WIB
Di midstream, lanjut Fajriyah, melalui sub holding PT Kilang Pertamina Internasional, baru-baru ini juga telah mengelola proyek kilang dengan skala yang lebih massif untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan energi yang lebih bersih dengan cara yang bertanggung jawab secara ekonomi, sosial dan lingkungan.
Pertamina juga sedang fokus pada pengelolaan Mega Project Kilang, yang terdiri dari program revitaliasi kilang eksisting, Residual Fuel Catalytic Cracking, RFCC Cilacap dan Proyek Langit Biru Cilacap aau PLBC. Juga yang sedang berjalan adalah proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) di Balikpapan, Cilacap, Dumai, dan Balongan. Dan proyek GRR (Gross Root Refinery) atau kilang baru yang masih open opportunity untuk kerjasama global.
“Di pasar global, produk Pertamina sudah mampu menjawab kebutuhan pasar seperti pelumas, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Petrokimia. Produk pelumas Pertamina telah mampu menembus pasar di 17 negara dan kita juga memliki 1 unit produksi di Thailand dengan kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun,” kata Fajriyah.
Tak hanya itu, Pertamina melalui PT Pertamina Lubricants terus memperkuat positioningnya sebagai perusahaan pelumas kelas dunia. Sejak 2015 PT Pertamina Lubricants sudah gencar mencari peluang overseas dan melakukan penetrasi pasar luar negeri agar jangkauan pelumas Pertamina baik produk otomotif maupun industri dapat dikenal dan hadir di tengah masyarakat dan industri di dunia.
Fajriyah mengatakan, dengan mengantongi berbagai sertifikasi dan approval dari pabrikan mesin dunia baik OEM maupun mesin industri/alat berat, PT Pertamina Lubricants juga telah berekspansi ke 17 negara di dunia dan membangun kerjasama dengan perusahaan setempat untuk distributorship dan penyediaan (supply) brand pelumas lokal.
Pertamina juga sedang fokus pada pengelolaan Mega Project Kilang, yang terdiri dari program revitaliasi kilang eksisting, Residual Fuel Catalytic Cracking, RFCC Cilacap dan Proyek Langit Biru Cilacap aau PLBC. Juga yang sedang berjalan adalah proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) di Balikpapan, Cilacap, Dumai, dan Balongan. Dan proyek GRR (Gross Root Refinery) atau kilang baru yang masih open opportunity untuk kerjasama global.
“Di pasar global, produk Pertamina sudah mampu menjawab kebutuhan pasar seperti pelumas, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Petrokimia. Produk pelumas Pertamina telah mampu menembus pasar di 17 negara dan kita juga memliki 1 unit produksi di Thailand dengan kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun,” kata Fajriyah.
Tak hanya itu, Pertamina melalui PT Pertamina Lubricants terus memperkuat positioningnya sebagai perusahaan pelumas kelas dunia. Sejak 2015 PT Pertamina Lubricants sudah gencar mencari peluang overseas dan melakukan penetrasi pasar luar negeri agar jangkauan pelumas Pertamina baik produk otomotif maupun industri dapat dikenal dan hadir di tengah masyarakat dan industri di dunia.
Fajriyah mengatakan, dengan mengantongi berbagai sertifikasi dan approval dari pabrikan mesin dunia baik OEM maupun mesin industri/alat berat, PT Pertamina Lubricants juga telah berekspansi ke 17 negara di dunia dan membangun kerjasama dengan perusahaan setempat untuk distributorship dan penyediaan (supply) brand pelumas lokal.
Lihat Juga :