DPR Minta Kemenkeu Kaji Ulang Kenaikan PPN 12% di 2025
Selasa, 19 Maret 2024 - 13:53 WIB
Dinilai berdampak besar menekan daya beli serta rentan membuat kelompok menengah turun kelas, kenaikan PPN menjadi 12% diminta dikaji ulang. FOTO/Dok.
JAKARTA - Komisi XI DPR meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengkaji ulang kenaikan Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) menjadi 12% pada 2025. Kenaikan PPN dikhawatirkan semakin menekan daya beli masyarakat dan berpotensi menurunkan kemampuan ekonomi kelas menengah.
"Kita ingin supaya dikaji kembali kenaikan PPN 12% di 2025, kita bicara bersama UU itu tapi waktu itu 12% itu kita tidak ingin sekaligus. Tentunya kondisi perekonomian, Fed juga belum menentukan bunganya, ini perlu dikaji kembali. Timing-nya kalau mau naik kenapa nggak tunggu the Fed turunkan suku bunga," ungkap Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga: Ketua Banggar DPR Said Abdullah: Kenaikan PPN 12% Bebani Rakyat dan Pelaku Usaha
Menurut Andreas, kenaikan PPN akan menyebabkan kelas menengah, terutama mereka yang pendapatannya Rp4-5 juta per bulan semakin rentan. Jika terjadi kenaikan PPN, kata dia, bisa jadi kelompok ini akan harus merelakan tabungannya untuk mengakomodir kenaikan inflasi. "Kalau kita lihat fenomena ini banyak yang sudah mulai mantab (makan tabungan)," cetusnya.
"Kita ingin supaya dikaji kembali kenaikan PPN 12% di 2025, kita bicara bersama UU itu tapi waktu itu 12% itu kita tidak ingin sekaligus. Tentunya kondisi perekonomian, Fed juga belum menentukan bunganya, ini perlu dikaji kembali. Timing-nya kalau mau naik kenapa nggak tunggu the Fed turunkan suku bunga," ungkap Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga: Ketua Banggar DPR Said Abdullah: Kenaikan PPN 12% Bebani Rakyat dan Pelaku Usaha
Menurut Andreas, kenaikan PPN akan menyebabkan kelas menengah, terutama mereka yang pendapatannya Rp4-5 juta per bulan semakin rentan. Jika terjadi kenaikan PPN, kata dia, bisa jadi kelompok ini akan harus merelakan tabungannya untuk mengakomodir kenaikan inflasi. "Kalau kita lihat fenomena ini banyak yang sudah mulai mantab (makan tabungan)," cetusnya.
Lihat Juga :