3 Ruas Tol Ini Siap Tebar Diskon Tarif Lebaran 2024
Jum'at, 29 Maret 2024 - 18:00 WIB
Pemberian diskon tarif tol ini diharapkan mampu mendistribusikan kendaraan dengan cara menawawrkan para pengguna jalan tol mudik lebih awal lewat pemberian insentif diskon tarif tol. Sehingga kendaraan tidak terkonsentrasi pada satu hari puncak arus mudik dan menimbulkan kemacetan. "Periodenya masih dalam proses di internal kami. Akan kami sampaikan nanti kalau sudah final," lanjutnya.
Pada kesempatan yang berbeda, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Tulus Abadi mengatakan saat ini Asosiasi Tol Indonesia (ATI) sudah berkirim surat terkait rencana pemberian diskon tarif tol pada periode lebaran 2024.
Baca Juga: Korlantas Ungkap Diskon Tarif Tol untuk Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal
Tulus mengatakan diskon tersebut akan diberikan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) maksimal 20% dari harga normal pada periode tertentu. Pemberian diskon tarif tersebut bertujuan untuk mendistribusikan lalin agar tidak terkonsentrasi pada satu waktu yang sama.
"Asosiasi Tol Indonesia (ATI) sudah berkirim surat kepada Menteri PUPR untuk menginformasikan bahwa akan ada diskon tarif kisarannya maksimum 20% dari harga yang ada," kata Tulus di Jakarta (28/3).
Pada kesempatan yang berbeda, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Tulus Abadi mengatakan saat ini Asosiasi Tol Indonesia (ATI) sudah berkirim surat terkait rencana pemberian diskon tarif tol pada periode lebaran 2024.
Baca Juga: Korlantas Ungkap Diskon Tarif Tol untuk Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal
Tulus mengatakan diskon tersebut akan diberikan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) maksimal 20% dari harga normal pada periode tertentu. Pemberian diskon tarif tersebut bertujuan untuk mendistribusikan lalin agar tidak terkonsentrasi pada satu waktu yang sama.
"Asosiasi Tol Indonesia (ATI) sudah berkirim surat kepada Menteri PUPR untuk menginformasikan bahwa akan ada diskon tarif kisarannya maksimum 20% dari harga yang ada," kata Tulus di Jakarta (28/3).
(nng)
Lihat Juga :