Industri Pengolahan Mampu Jaga Pertumbuhan 4,69% di 2023

Selasa, 02 April 2024 - 12:18 WIB
Industri pengolahan mampu menjaga pertumbuhan di 2023. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Di tengah perekonomian global yang masih lesu, industri pengolahan di Indonesia mampu menjaga pertumbuhan sebesar 4,69% di 2023. Peningkatan ini tercermin dalam berbagai indikator, termasuk PMI (Purchasing Manager's Index) manufaktur yang terus ekspansif selama 31 bulan berturut-turut, mencapai 54,2 pada Maret 2024 serta Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang mencapai 53,05 pada bulan yang sama.

Sebaliknya, negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Thailand masih mengalami kontraksi dengan PMI Manufaktur masing-masing pada level 49,5 dan 45,3. Pertumbuhan ini sejalan dengan tren peningkatan produktivitas industri baja sejak 2020. Konsumsi baja nasional diperkirakan akan mencapai 18,3 juta ton pada tahun 2024, tumbuh sebesar 5,2%, didorong oleh berbagai faktor seperti pertumbuhan ekonomi global, investasi infrastruktur pemerintah, dan pertumbuhan sektor-sektor industri pengguna baja.



Baca Juga: Industri Pengolahan Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di 2023

Dukungan terhadap industri logam dasar dan barang logam bukan mesin juga terlihat dari pertumbuhan masing-masing sebesar 14,17% dan 23,63% (yoy) pada tahun 2023.Kementerian Perindustrian berupaya meningkatkan daya saing industri logam nasional melalui kebijakan yang tepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!