Keluar dari Rusia, Perusahaan Barat Boncos Lebih dari Rp1.681 Triliun

Minggu, 07 April 2024 - 06:42 WIB
Menurut Reuters, keluar dari Rusia membuat perusahaan asing mengalami kerugian lebih dari USD107 miliar atau setara dengan Rp1.681 triliun (Kurs Rp15.710 per USD), angka itu meningkat 30% sejak penghitungan sebelumnya di bulan Agustus, lalu.

Baca Juga: Senjata Makan Tuan, Perusahaan Eropa Rugi Rp1.650 Triliun Akibat Sanksi Barat

Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kerugian, sebagian besar berasal dari syarat ketat yang diterapkan Moskow untuk perusahaan yang ingin melakukan divestasi. Di antaranya mencakup diskon 50% untuk aset mereka dan biaya wajib untuk anggaran Rusia setidaknya 10% dari harga.

Beberapa kesepakatan divestasi telah dibuat dengan biaya nominal hanya 1 rubel, seperti dalam kasus produsen mobil Prancis, Renault. Raksasa mobil itu meninggalkan Rusia pada Mei 2022 dan melaporkan write-down lebih dari USD2 miliar sebagai akibat dari penarikan dari pasar terbesar kedua.

Sementara itu, terkait tentang jumlah perusahaan yang sudah keluar dari Rusia sejak 2022 bervariasi. Yale School of Management menyebutkan, jumlahnya sekitar 1.000 perusahaan, sedangkan proyek Leave Russia KSE mengklaim bahwa hanya 372 yang sudah merampungkan kepergian mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!