Berkah Lebaran, Perputaran Uang Meningkat Ekonomi pun Tumbuh
Jum'at, 12 April 2024 - 17:27 WIB
Josua menambahkan, beberapa faktor yang juga mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama ini adalah meningkatnya belanja pemerintah, terutama terkait bansos dan pelaksanaan Pemilu, dan adanya low-base effect dari kuartal I-2023 karena periode terlama Ramadan bergeser dari April pada tahun lalu (triwulan kedua) menjadi Maret tahun ini (triwulan pertama).
Baca Juga: Kemenhub Ungkap 193,6 Juta Orang Diperkirakan Mudik pada Lebaran 2024
"Memang benar inflasi yang dalam tren meningkat karena kenaikan harga pangan dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 karena mengganggu daya beli masyarakat. Namun faktor THR, bonus, serta kenaikan gaji dapat menahan penurunan daya beli akibat inflasi terutama bagi golongan middle income," tambah Josua.
Terlepas dari itu, Josua berpendapat pemerintah harus mulai mendesain kebijakan untuk membantu daya beli kelas menengah dan segera menurunkan inflasi pangan. Sebab, jika tidak, maka kemungkinan momentum Ramadan dan Lebaran, di mana tidak hanya konsumsi primer, konsumsi sekunder dan tersier juga akan naik dan bisa menjadi terganggu karena faktor inflasi pangan.
"Kami melihat tantangan ekonomi pada periode Ramadan adalah pengendalian inflasi pangan di tengah suplai yang terganggu karena El Nino, cuaca ekstrem, dan terganggunya jalur distribusi. Namun demand meningkat secara musiman," tutupnya.
Baca Juga: Kemenhub Ungkap 193,6 Juta Orang Diperkirakan Mudik pada Lebaran 2024
"Memang benar inflasi yang dalam tren meningkat karena kenaikan harga pangan dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 karena mengganggu daya beli masyarakat. Namun faktor THR, bonus, serta kenaikan gaji dapat menahan penurunan daya beli akibat inflasi terutama bagi golongan middle income," tambah Josua.
Terlepas dari itu, Josua berpendapat pemerintah harus mulai mendesain kebijakan untuk membantu daya beli kelas menengah dan segera menurunkan inflasi pangan. Sebab, jika tidak, maka kemungkinan momentum Ramadan dan Lebaran, di mana tidak hanya konsumsi primer, konsumsi sekunder dan tersier juga akan naik dan bisa menjadi terganggu karena faktor inflasi pangan.
"Kami melihat tantangan ekonomi pada periode Ramadan adalah pengendalian inflasi pangan di tengah suplai yang terganggu karena El Nino, cuaca ekstrem, dan terganggunya jalur distribusi. Namun demand meningkat secara musiman," tutupnya.
(fjo)
Lihat Juga :