Sri Mulyani Blak-blakan Soal Rupiah Keok hingga Asing Kabur dari RI

Jum'at, 26 April 2024 - 11:17 WIB
Kebijakan tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi pasar yang berharap The Fed akan menurunkan suku bunga acauan. Hal itu menyebabkan dolar menguat dan asing keluar dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang akhirnya menyebabkan mata uang negara berkembang termasuk rupiah melemah.

"Negara-negara seperti sekitar kita dan di emerging country G20 ada di situasi mirip, ada yang lebih parah tergantung dari pondasi dan kondisi ekonomi masing-masing," jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: Rupiah Ambruk, Bos BI Sebut Tak Seburuk Won dan Yen

Untuk Baht Thailand mengalami koreksi 8,56%, Won Korea Selatan koreksi di 6,31% dan Turki mengalami penurunan 10,4%, serta Brazil di 5,06%, Vietnam 4,7%, Afrika Selatan 4,7%, Filipina 3,9%. Sebab itu, masing-masing negara harus mulai melakukan adjustment dengan dinamika market yang cukup tinggi. "Semua cenderung hati-hati, semua cenderung untuk memitigasi risiko dari pergerakan global tersebut," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!