Sepatu Bata, Pernah Berjaya hingga Tutup Pabrik di Purwakarta

Sabtu, 04 Mei 2024 - 20:00 WIB
Sekitar 6 tahun setelahnya, Tomas Bata mendirikan pabrik sepatunya di tengah perkebunan karet di area Kalibata. Selanjutnya, produksi sepatu terjadi mulai tahun 1940.

Sebelum tahun 1978, status Bata di Indonesia adalah perusahaan penanaman modal asing (PMA), sehingga dilarang menjual langsung ke pasar. Bata menjual melalui para penyalur khusus dengan sistem konsinyasi. Status para penyalur tersebut diubah pada 1 Januari 1978, saat izin dagang Bata "dipindahkan" kepada mereka dan PT Sepatu Bata menjadi perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Bata termasuk ke dalam daftar pabrik terbesar di Indonesia, yang memproduksi sepatu yang dapat digunakan oleh semua kalangan. Keluarga Bata mengoperasikan sekitar 4 unit bisnis internasional yakni Bata Eropa, Bata Asia Pasifik-Afrika, Bata Amerika Latin, dan Bata Amerika Utara.

Produk mereka juga sudah hadir di lebih dari 50 negara di seluruh dunia dan sudah menjual miliaran pasang sepatu sejak pertama kali berdiri.

Baca Juga: Bela Gaza, Mahasiswa Bangun Tenda di Kampus University College London
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!