Kurs Rupiah Terus Berkutat di Kisaran Rp16.025/USD, Berikut Sentimennya

Senin, 06 Mei 2024 - 17:45 WIB
Baca Juga: Perkuat Stabilitas Rupiah, BI Naikkan Suku Bunga ke 6,25%

Hal itu juga karena tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja meningkatkan optimisme bahwa bank sentral AS dapat merancang kebijakan yang "lunak" bagi perekonomian negara itu. Pasar sekarang memperkirakan pemotongan suku bunga The Fed sebesar 45 basis poin tahun ini, dengan penurunan suku bunga pada bulan November sudah diperhitungkan sepenuhnya.

The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil pada akhir pertemuan kebijakan moneter dua harinya, seperti yang diharapkan, minggu lalu, namun mengisyaratkan pihaknya masih cenderung pada penurunan suku bunga, bahkan jika hal tersebut mungkin memakan waktu lebih lama dari perkiraan semula.

Selain itu, pasar bereaksi terhadap berita minggu lalu bahwa Beijing telah melonggarkan pembatasan kepemilikan rumah yang ketat di pasar properti sebuah langkah yang diharapkan dapat meningkatkan sektor yang terkepung. Data indeks manajer pembelian swasta menunjukkan ketahanan yang berkelanjutan di sektor jasa Tiongkok, yang telah menjadi pendorong utama aktivitas bisnis selama setahun terakhir.

Saham-saham Tiongkok menunjukkan pemulihan yang kuat dari posisi terendah dalam lima tahun yang dicapai pada bulan Februari, di tengah optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi akan meningkat di negara tersebut. Beijing sebagian besar telah mempertahankan langkah-langkah stimulus moneternya, dan juga melonggarkan pembatasan pada beberapa industri untuk meningkatkan pertumbuhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!