Pesawat Pertama Scoot Embraer E190-E2 Terbang Perdana ke Krabi dan Hat Yai

Rabu, 08 Mei 2024 - 19:00 WIB
Di sisi lain, kapasitas penumpang yang lebih kecil menjadikannya ideal untuk membuka rute baru ke pasar yang lebih kecil. Namun, destinasi tersebut terus berkembang sehingga memungkinkan penerbangan tambahan pada rute yang sudah ada.

"Hal ini akan membantu meningkatkan konektivitas jaringan hubungan udara Singapura di Asia Tenggara. Menggunakan pesawat dengan ukuran yang tepat untuk kebutuhan pada rute tertentu juga akan memungkinkan pengoperasian yang lebih hemat bahan bakar dan mengurangi emisi karbon," ujar Chee Hong Tat.

"Sejalan dengan tujuan yang diuraikan dalam cetak biru hub udara berkelanjutan Singapura yang diluncurkan awal tahun ini," tambahnya.

Baca Juga: Beroperasi Lagi, Maskapai Scoot Layani Rute Surabaya-Singapura

Ini adalah pertama kalinya pesawat Embraer dioperasikan oleh maskapai penerbangan Singapura. Selain itu, ini pertama kalinya dalam beberapa dekade sebuah pesawat yang tidak dibuat oleh raksasa penerbangan Airbus dan Boeing ditambahkan ke armada maskapai penerbangan Singapura.

Ini juga merupakan pertama kalinya Scoot Embraer E190-E2 diterbangkan secara komersial di Asia Tenggara. Untuk mengoperasikan pesawat baru ini, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) bekerja sama dengan Scoot, Embraer, dan Badan Penerbangan Sipil Nasional Brasil dalam evaluasi keselamatan dan teknis.

"Peluncuran ini juga menandai pertama kalinya pesawat dari Embraer dioperasikan oleh maskapai penerbangan Singapura. Penambahan Embraer E2 ke armada Scoot merupakan tonggak penting dalam pertumbuhan berkelanjutan Bandara Changi," ucap Chee Hong Tat.

"Memperluas jaringan kami di kawasan ini akan memungkinkan kami melayani wisatawan dengan lebih baik dan memenuhi permintaan yang berkembang pesat di pasar Asia Tenggara," tandasnya.

Saat ini terdapat dua pesawat Embraer E190-E2 di Singapura, dan yang kedua telah tiba pada 29 April 2024. Scoot mengatakan pesawat kedua ini sedang dalam tahap akhir persiapan sebelum memulai operasi komersial. Tujuh pesawat lainnya diharapkan akan diterima secara bertahap hingga akhir 2025 mendatang.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!