Co-Firing Biomassa PLTU Gunakan Limbah Kayu Karet

Jum'at, 17 Mei 2024 - 13:36 WIB
"Pembangkit tersebut melakukan cofiring mulai tahun 2024 dan menggunakan jenis biomassa woodchip (potongan kayu) yang bersumber dari limbah kayu pohon karet. Untuk memenuhi kebutuhan cofiring di PLTU Tembilahan, PLN EPI menggunakan bahan baku dari limbah tanaman karet milik warga setempat," kata Mamit di Jakarta, Jumat (17/5/2024).

Baca Juga: Sungai yang Hilang Ini Menjelaskan Bagaimana Piramida Mesir Dibangun

Selain di PLTU Tembilahan, lanjut dia, hampir seluruh sumber bahan baku biomassa yang dimanfaatkan untuk mendukung program co-firing berasal dari limbah. Misalnya, limbah serbuk aren, bonggol jagung, sawdust, dan sekam padi.

Sepanjang 2023, serapan biomassa untuk cofiring di 43 PLTU mencapai 1 juta ton untuk campuran batu bara dengan rasio antara 1-3%. Pasokan biomassa untuk cofiring di PLTU tersebut ditarget meningkat dan diprediksi kebutuhannya mencapai 10,2 juta ton pada 2025.

Mamit menerangkan, pembangkit listrik yang berkomitmen dalam pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan telah mencatatkan produksi listrik sebesar 78.320,387 MWh di tahun 2023. Listrik ini mampu digunakan untuk menerangi 87 juta rumah selama 24 jam non-stop dengan estimasi daya setiap rumah adalah 900 Watt.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!