Asumsi Inflasi 1,5-3,5% di 2025, Ekonom Wanti-wanti Harga BBM dan Listrik

Selasa, 21 Mei 2024 - 16:29 WIB
Menurut Faisal, konflik geopolitik di Timur Tengah yang sulit diprediksi cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, hal itu sangat bisa mempengaruhi harga minyak dunia. Apabila konflik Israel-Palestina saat ini meluas dan sampai melibatkan negara yang memiliki peranan besar dalam pasokanenergi- seperti Iran, maka menurutnya akan sangat mungkin harga minyak terdampak.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 8%, Ekonom: Sulit

"Kalau seandainya kemarin itu Iran membalas serangan Israel itu bisa mengatrol harga minyak dunia sampai USD100 per barel, yang artinya itu bisa direspons oleh pemerintah dengan menaikkan juga harga BBM subsidi dan itu sangat mungkin terjadi," tegasnya.

Di luar itu, Faisal juga mengkhawatirkan potensi inflasi yang disebabkah oleh komponen harga pangan yang bergejolak atau volatile food. Seperti diketahui, inflasi volatile food masih menjadi tantangan dalam pencapaian target inflasi pemerintah tahun ini.

"Tetapi menurut pandangan saya ada kemungkinan mereda ke depannya. Tapi kalau kemudian diikuti dengan kebijakan-kebijakan tadi yang mempengaruhi harga barang-barang yang diatur pemerintah, ini bisa tembus di atas 3,5% dan itu sangat mungkin terjadi," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!