Menilik Awal Dedolarisasi: Langkah Bertahap China Buang USD

Jum'at, 24 Mei 2024 - 23:22 WIB
Selanjutnya dedolarisasi di panggung internasional China terus berlanjut. Pada Maret 2024, lebih dari setengah (52,9%) pembayaran China diselesaikan dalam Renminbi (RMB), sementara 42,8% dengan menggunakan USD. Ini dua kali lipat dari lima tahun sebelumnya.

Menurut Goldman Sachs, meningkatnya kesediaan orang asing untuk memperdagangkan aset dalam mata uang RMB secara signifikan berkontribusi pada dedolarisasi yang mendukung mata uang China. Serta pada awal tahun lalu, Brasil dan Argentina mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengizinkan penyelesaian perdagangan dalam RMB.

Mata Uang Paling Populer dalam Transaksi Valuta Asing (FX)

Secara global, analisis dari Bank for International Settlements mengungkapkan bahwa, pada tahun 2022, USD tetap menjadi mata uang yang paling banyak digunakan untuk penyelesaian FX. Selanjutnya euro dan yen Jepang, masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga.

Renminbi China, meskipun menyumbang bagian yang relatif kecil dari transaksi FX, namun memperoleh kekuatan paling besar selama dekade terakhir. Sementara itu, euro dan yen mengalami penurunan penggunaan.

Arah Dedolarisasi

Jika kenaikan global penggunaan Renminbi (RMB) berlanjut, cengkeraman USD pada perdagangan internasional dapat berkurang seiring waktu. Dampak dari penurunan dominasi dolar sangat kompleks dan tidak pasti, meski diyakini bakal mengganggu kinerja aset keuangan AS hingga berkurangnya kekuatan sanksi Barat.

Namun, meskipun prevalensi RMB dalam pembayaran internasional dapat meningkat, dedolarisasi secara penuh dalam ekonomi dunia secara jangka pendek atau menengah, dinilai belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Ketatnya pengawasan modal China yang membatasi ketersediaan RMB di luar negeri, dan pertumbuhan ekonomi negara yang tergagap-gagap, adalah alasan utama yang berkontribusi terhadap hal ini.

Namun Data The Bank for International Settlements menunjukkan yuan menjadi mata uang dengan pertumbuhan trading paling cepat di antara 39 mata uang lainnya. Setelah perpanjangan waktu trading, rata-rata penggunaan mata uang yuan mencapai USD526 miliar per hari atau meningkat 70%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!