Bos BI Yakin Rupiah Menguat ke Rp15.300-Rp15.700 per USD Tahun Depan
Rabu, 05 Juni 2024 - 13:41 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, Bank Indonesia (BI) berupaya menjaga nilai tukar rupiah di tengah gejolak global akan terus menjaga dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas). Foto/Dok
JAKARTA - Terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), Bank Indonesia (BI) berupaya di tengah gejolak global akan terus menjaga dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas). Maupun juga menaikkan BI Rate serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Baca Juga: Kurs Rupiah Anjlok 3,74% dibanding Akhir 2023, Bos BI: Lebih Baik dari Peso hingga Baht
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, hal tersebut untuk mencegah keluarnya aliran portofolio asing ke luar negeri dengan fokus pada sekuritas yang dibawah 1 tahun dan BI bersama Kementerian Keuangan menjaga suku bunga SBN jangka panjang tidak terpengaruh besar terkait naiknya suku bunga di luar negeri.
"Sejauh ini pada bulan April-Mei ini rupiah kita menguat, meskipun kalau di akhir tahun melemah 5,25%, masih lebih baik dari Peso Filipina, Won Korea maupun juga Thailand (Baht)," ungkap Perry.
Baca Juga: Kurs Rupiah Anjlok 3,74% dibanding Akhir 2023, Bos BI: Lebih Baik dari Peso hingga Baht
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, hal tersebut untuk mencegah keluarnya aliran portofolio asing ke luar negeri dengan fokus pada sekuritas yang dibawah 1 tahun dan BI bersama Kementerian Keuangan menjaga suku bunga SBN jangka panjang tidak terpengaruh besar terkait naiknya suku bunga di luar negeri.
"Sejauh ini pada bulan April-Mei ini rupiah kita menguat, meskipun kalau di akhir tahun melemah 5,25%, masih lebih baik dari Peso Filipina, Won Korea maupun juga Thailand (Baht)," ungkap Perry.
Lihat Juga :