Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil, Didukung Kinerja Intermediasi yang Kuat
Selasa, 11 Juni 2024 - 20:24 WIB
Baca Juga: OJK Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah ke Sektor Jasa Keuangan
Lebih lanjut, kinerja industri perbankan per April 2024 tetap resilien dan stabil didukung oleh tingkat profitabilitas (ROA) sebesar 2,51% dan NIM sebesar 4,56%. Permodalan (CAR) perbankan masih di level yang relatif tinggi yaitu sebesar 25,99% menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global.
"Kredit tumbuh 13,09% (yoy) degan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi sebesar 15,69% yoy. Sementara itu, secara nominal yang terbesar adalah Kredit Modal Kerja yang mencapai sebesar Rp3.319,15 triliun," jelas Mahendra.
Untuk pendapatan premi asuransi komersil per April 2024 mencapai Rp112,75 triliun, atau naik 11,25% yoy, yang terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh sebesar 3,98% yoy dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 16,99% yoy. Permodalan tetap solid dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 429,76% dan 325,62%, jauh di atas threshold sebesar 120%.
Piutang pembiayaan tumbuh 10,82% yoy pada April 2024, pertumbuhan didukung pembiayaan investasi yang meningkat sebesar 10,72% yoy. Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,82% dan NPF net sebesar 0,89%. Gearing ratio PP naik menjadi sebesar 2,32 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Pada industri fintech peer to peer (P2P) lending, pertumbuhan outstanding pembiayaan di April 2024 terus melanjutkan peningkatan menjadi 24,16% yoy dengan nominal sebesar Rp62,74 triliun. Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga di posisi 2,79%.
Lebih lanjut, kinerja industri perbankan per April 2024 tetap resilien dan stabil didukung oleh tingkat profitabilitas (ROA) sebesar 2,51% dan NIM sebesar 4,56%. Permodalan (CAR) perbankan masih di level yang relatif tinggi yaitu sebesar 25,99% menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global.
"Kredit tumbuh 13,09% (yoy) degan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi sebesar 15,69% yoy. Sementara itu, secara nominal yang terbesar adalah Kredit Modal Kerja yang mencapai sebesar Rp3.319,15 triliun," jelas Mahendra.
Untuk pendapatan premi asuransi komersil per April 2024 mencapai Rp112,75 triliun, atau naik 11,25% yoy, yang terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh sebesar 3,98% yoy dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 16,99% yoy. Permodalan tetap solid dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 429,76% dan 325,62%, jauh di atas threshold sebesar 120%.
Piutang pembiayaan tumbuh 10,82% yoy pada April 2024, pertumbuhan didukung pembiayaan investasi yang meningkat sebesar 10,72% yoy. Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,82% dan NPF net sebesar 0,89%. Gearing ratio PP naik menjadi sebesar 2,32 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Pada industri fintech peer to peer (P2P) lending, pertumbuhan outstanding pembiayaan di April 2024 terus melanjutkan peningkatan menjadi 24,16% yoy dengan nominal sebesar Rp62,74 triliun. Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga di posisi 2,79%.
Lihat Juga :