Penggerak Pertumbuhan Ekonomi, UMKM Jadi Tumpuan Bisnis BRI di Masa Depan

Jum'at, 21 Agustus 2020 - 06:43 WIB
Kendati perekonomian secara nasional mengalami tekanan, BRI mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di angka 3,13% dengan NPL coverage 187,73% pada akhir Juni 2020. Adapun dari segi liabilities, BRI mampu menumbuhkan dana pihak ketiga (DPK) hingga double digit. Sementara itu hingga akhir Juni 2020, DPK BRI konsolidasian tercatat Rp 1.072,50 triliun, tumbuh 13,49% yoy.

"Pencapaian ini lebih tinggi dari penghimpunan DPK industri perbankan di bulan Juni 2020 yang tercatat sebesar 7,95% yoy," katanya. (Baca juga: Wamena Papua Kembali Mencekam, 10 Rumah Dibakar dan 4 Warga Terluka)

BRI melihat Covid-19 telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi selama kuartal I dan II tertekan. Hal ini merupakan imbas dari berbagai kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat aktivitas masyarakat terbatas.

Kendati demikian, sejak awal pandemi terjadi, BRI berkomitmen untuk fokus melakukan upaya penyelamatan dan membantu kebangkitan UMKM. Perseroan juga berupaya mengakselerasi aktivitas ekonomi pelaku UMKM, antara lain dengan terus menyalurkan pinjaman secara selektif.

"Memasuki semester II/2020, saat ini fokus BRI adalah membangkitkan kembali para pelaku UMKM. Karena untuk restrukturisasi kredit di bulan Juni dan Juli sudah melandai bila dibandingkan dengan periode April dan Mei yang lalu," kata Sunarso.

Upaya masif yang dilakukan BRI untuk membantu UMKM tetap survive antara lain dengan melakukan restrukturisasi kredit. Hingga 31 Juli 2020 BRI telah melakukan restrukturisasi pinjaman senilai Rp183,7 triliun kepada 2,9 juta debitor.

Menurut Sunarso, krisis yang tengah terjadi saat ini menjadi akselerator transformasi yang telah dilakukan BRI sejak 2016 lalu. Transformasi yang dilakukan juga sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan UMKM dengan membawa misi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. (Baca juga: 9 Poin Penting RUU Ciptaker Masih Jadi Perdebatan Tim Buruh-DPR)

“Meningkatkan produktivitas UMKM artinya sama dengan meningkatkan penyerapan tenaga kerja karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia,” ucap Sunarso.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!