Hadirkan Produk Susu Berkualitas dan Mudah Dijangkau Lewat Pengembangan Peternak Lokal
Kamis, 20 Juni 2024 - 12:36 WIB
Head of Climate & Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni menjelaskan, Sarihusada berkomitmen untuk menjadikan susu sebagai pangan bernutrisi yang mudah dijangkau masyarakat, hal ini dapat tercapai dengan berbagai upaya dan adaptasi yang berfokus pada pengembangan peternak dan koperasi susu lokal juga inovasi dalam pemeliharaan sapi.
“Untuk meningkatkan kapasitas peternak dan koperasi susu, Sarihusada menerapkan praktek peternakan yang baik atau good dairy farming practice, serta melakukan inovasi pakan baru yaitu rumput Gama Umami dan mengujicobakan jenis sapi baru yakni sapi jenis Jersey dengan susu yang mengandung lemak dan protein yang lebih tinggi. Kami juga melakukan sistem digitalisasi agar para peternak dapat lebih mudah dalam melakukan pendataan tentang kondisi sapi dan produksi susu mereka," jelas Ratih.
Peningkatan kapasitas yang dilakukan dalam aspek praktek peternakan yang baik, meliputi pengelolaan peternakan sapi perah dan pakan ternak, kesejahteraan hewan, pengelolaan susu segar, biogas, dan perekaman data ternak dan produksi susu secara digital.
Inisiatif Sarihusada dalam mengenalkan jenis sapi Jersey yakni ras sapi perah Inggris berwarna coklat, yang yang diharapkan lebih toleran dengan suhu di kawasan tropis. Umumnya, peternak Indonesia terbiasa dengan sapi Friesian Holstein atau yang biasa disebut dengan sapi belang, yang produksinya akan optimum di daerah subtropis yang lebih dingin. Sehingga di Indonesia, sentra peternakan sapi perah identik ada di daerah pegunungan yang berhawa sejuk saja.
“Sarihusada tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan peternak dalam memproduksi susu, namun juga dalam hal pengelolaan kotoran ternak sapi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan yaitu biogas. Kotoran sapi difermentasi melalui reaksi kimia anaerob,untuk menghasilkan metana yang dimanfaatkan keluarga peternak sebagai sumber energi untuk kebutuhan domestik," ujar Ratih.
"Sepanjang tahun 2022-2023 telah dihasilkan sebanyak 100 unit biodigester yang dimanfaatkan keluarga peternak. Kami berharap berbagai program yang di peningkatan kapasitas dari berbagai aspek ini dapat membuat para peternak menjadi lebih mandiri, sehingga produktivitasnya juga dapat meningkat,” ujar Ratih.
“Untuk meningkatkan kapasitas peternak dan koperasi susu, Sarihusada menerapkan praktek peternakan yang baik atau good dairy farming practice, serta melakukan inovasi pakan baru yaitu rumput Gama Umami dan mengujicobakan jenis sapi baru yakni sapi jenis Jersey dengan susu yang mengandung lemak dan protein yang lebih tinggi. Kami juga melakukan sistem digitalisasi agar para peternak dapat lebih mudah dalam melakukan pendataan tentang kondisi sapi dan produksi susu mereka," jelas Ratih.
Peningkatan kapasitas yang dilakukan dalam aspek praktek peternakan yang baik, meliputi pengelolaan peternakan sapi perah dan pakan ternak, kesejahteraan hewan, pengelolaan susu segar, biogas, dan perekaman data ternak dan produksi susu secara digital.
Inisiatif Sarihusada dalam mengenalkan jenis sapi Jersey yakni ras sapi perah Inggris berwarna coklat, yang yang diharapkan lebih toleran dengan suhu di kawasan tropis. Umumnya, peternak Indonesia terbiasa dengan sapi Friesian Holstein atau yang biasa disebut dengan sapi belang, yang produksinya akan optimum di daerah subtropis yang lebih dingin. Sehingga di Indonesia, sentra peternakan sapi perah identik ada di daerah pegunungan yang berhawa sejuk saja.
“Sarihusada tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan peternak dalam memproduksi susu, namun juga dalam hal pengelolaan kotoran ternak sapi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan yaitu biogas. Kotoran sapi difermentasi melalui reaksi kimia anaerob,untuk menghasilkan metana yang dimanfaatkan keluarga peternak sebagai sumber energi untuk kebutuhan domestik," ujar Ratih.
"Sepanjang tahun 2022-2023 telah dihasilkan sebanyak 100 unit biodigester yang dimanfaatkan keluarga peternak. Kami berharap berbagai program yang di peningkatan kapasitas dari berbagai aspek ini dapat membuat para peternak menjadi lebih mandiri, sehingga produktivitasnya juga dapat meningkat,” ujar Ratih.
Lihat Juga :