Demurrage Beras Impor Rugikan Negara Rp350 M, Bos Bulog Anggap Hal Biasa

Jum'at, 21 Juni 2024 - 10:15 WIB
Bulog menganggap kasus demurrage beras impor di pelabuhan adalah hal biasa meski merugikan negara hingga ratusa miliar. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi buka suara soal polemik demurrage beras impor yang mengakibatkan negara rugi hingga Rp350 miliar. Dia menjelaskan kasus tersebut merupakan hal biasa dalam kegiatan ekspor impor.

Bayu mengungkapkan demurrage merupakan biaya yang timbul karena keterlambatan bongkar muat di pelabuhan. Dia menyebut itu bisa disebabkan oleh berbagai hal, bisa karena cuaca atau karena lalu lintas pelabuhan yang padat.



Baca Juga: Soal Demurrage Beras Bulog, KPK Dorong Reformasi Tata Kelola Pelabuhan

"Ini adalah hal yang biasa. Jadi misalnya dijadwalkan bongkar muat 5 hari jadi 7 hari. Mungkin karena hujan, mungkin karena di pelabuhan itu penuh dan sebagainya. Demurrage itu biaya yang menjadi bagian dari biaya yang harus sudah diperhitungkan di dalam kegiatan ekspor impor," ujar Bayu dikutip Jumat (21/6/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!