Rupiah Jatuh Terus, Begini Respons Bos Astra Internasional

Jum'at, 21 Juni 2024 - 20:23 WIB
Kendati begitu, Astra International tetap memperhatikan dampak dari perkasanya dolar AS terhadap situasi makro ekonomi nasional, lantaran bisa memicu inflasi dan suku bunga.

“Hanya yang kita perhatikan dampaknya dengan ini, nanti mungkin apakah memicu inflasi dan dampaknya suku bunga gimana? Mungkin itu yang kita mencoba memperhatikan hal itu,” paparnya.

Dia yakin, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memiliki kebijakan moneter dan fiskal untuk menggerakan perekonomian.

“Kita menyikapinya dengan mencoba memperhatikan situasinya dari waktu ke waktu. Saya kira pemerintah dan BI itu memiliki langkah-langkah secara moneter dan fiskal untuk menggerakan perekonomian dan juga perekonomian ini masih terus tumbuh,” tuturnya.

“Jadi dengan dolar yang naik, saya kira tadi sudah disampaikan Pak Rudi, itu kan berkaitan dengan masalah inflasi, juga suka bunga. Jadi menyikapinya dengan memperhatikan bagaimana dampaknya terhadap bisnis yang sampai hari ini menurut kami ya dengan kejadian kenaikan daripada kurs itu bisnisnya masih berjalan dengan baik,” lanjut dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!