Rupiah Melemah ke Rp16.435/USD, Sri Mulyani Waspadai Pasar Global

Kamis, 27 Juni 2024 - 12:51 WIB
"Ini yang menyebabkan ekspektasi market kecewa atau yang tidak tersampaikan, kemudian menimbulkan suatu reaksi. Terutama terlihat pada April lalu hingga Mei, kalau Mei ditambah faktor domestik kita, kemudian menyebabkan penguatan dolar indeks yang kemudian menyebabkan depresiasi dari mata uang termasuk rupiah kita," jelasnya.

Rupiah mengalami depresiasi 6,58% (ytd) senada dengan beberapa negara emerging markets yang lain, namun Brazil depresiasinya lebih dalam.

"Atau kalau Anda sekarang baru mengikuti Jepang mengalami depresiasi yang sangat dalam, bahkan pada levelnya sudah comparable dengan 1996, ini juga tentu menimbulkan dinamika dari negara-negara partner dagang kita," ungkap Sri Mulyani.

Sedangkan US Treasury juga mengalami kenaikan, jadi dalam hal Fed Fund Rate tidak mengalami penurunan, sementara dari sisi fiskal APBN di Amerika Serikat mengalami defisit yang tinggi menyebabkan US Treasury harus mengeluarkan banyak sekali bonds, menyebabkan harganya jatuh, yield naik.

Baca Juga: Bukan Hanya Rupiah, Ini Isi Bahasan Sri Mulyani Cs dan Jokowi di Istana
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!