Efek Bansos, Rupiah Nangkring di Rp16.375 Sore Ini

Jum'at, 28 Juni 2024 - 16:10 WIB
Selain itu, Data inflasi yang beragam dari ibu kota Jepang hanya memberikan sedikit dukungan terhadap mata uang tersebut, begitu pula dengan peringatan berulang kali dari pemerintah.

Nilai tukar mata uang ini kini berada jauh di atas level yang menarik intervensi pemerintah pada Mei. Meskipun para pejabat terus memberikan peringatan lisan, pergerakan pada pasangan USDJPY menunjukkan bahwa sejauh ini belum ada intervensi nyata yang dilakukan.

Data indeks harga konsumen dari Tokyo juga menunjukkan sedikit kenaikan inflasi. Meskipun inflasi umum meningkat, inflasi dasar masih jauh dibawah target tahunan Bank Sentral Jepang sebesar 2%. Data inflasi yang lemah menambah keraguan mengenai seberapa besar ruang yang dimiliki BOJ untuk memperketat kebijakan moneter yang merupakan faktor utama dibalik pelemahan yen baru-baru ini.

Dari sentimen domestik, pasar merespon positif terhadap Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga Mei 2024 senilai Rp70,5 triliun.

Gelontoran anggaran tersebut naik 12,7 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan tahun lalu sebesar Rp62,5 triliun. Kenaikan realisasi belanja bansos ini utamanya dipengaruhi oleh penyaluran bansos Kartu Sembako untuk dua bulan sekaligus.

Adapun pemanfaatan belanja bansos ini dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp37,4 triliun. Diantaranya digunakan untuk penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan Kartu Sembako untuk 18,7 juta KPM.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!