BYD Bangun Pabrik Mobil Listrik di Turki, Tarif Eropa Bakal Sia-sia?

Selasa, 09 Juli 2024 - 16:25 WIB
Sementara itu, Turki adalah bagian dari Serikat Pabean UE. Hal itu berarti kendaraan yang dibuat di negara tersebut dan diekspor ke Eropa dapat terhindar dari tarif tambahan. Untuk diketahui, Pemerintah Turki sebelumnya juga telah mengambil tindakan untuk mendukung produsen mobil lokal dengan mengenakan tarif tambahan sebesar 40% atas impor kendaraan China. Belum ada tanggapan dari BYD terkait hal itu.

Baca Juga: Oposisi Serukan Korsel Miliki Senjata Nuklir di Tengah Permusuhan dengan Korut

BYD, yang didukung oleh investor veteran AS Warren Buffett, merupakan perusahaan mobil listrik terbesar kedua di dunia setelah Tesla milik Elon Musk. Perusahaan tersebut telah memperluas fasilitas produksinya dengan cepat di luar China.

Akhir tahun lalu, BYD mengumumkan akan membangun pabrik di negara anggota UE, Hongaria. Pabrik ini akan menjadi pabrik mobil penumpang pertama di Eropa dan diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja. Perusahaan tersebut juga berencana untuk membangun pabrik di Meksiko.

Kamis (4/7), BYD membuka pabrik kendaraan listrik di Thailand - pabrik pertamanya di kawasan Asia Tenggara. BYD menyatakan pabrik tersebut akan memiliki kapasitas tahunan sebesar 150.000 kendaraan dan diproyeksikan akan menghasilkan 10.000 lapangan kerja. Di Indonesia, BYD juga berencana membangun pabrik di Subang. Pabrik tersebut diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2026 mendatang.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!