Ini Alasan BRICS Plus 'Ditakuti' NATO dan G7

Jum'at, 19 Juli 2024 - 10:23 WIB
Arab Saudi teah resmi bergabung dengan negara-negara blok BRICS pada hari Selasa (2/1/2024). FOTO/AP
JAKARTA - Ketika negara-negara BRICS bertemu di Afrika Selatan, China menggunakan kesempatan ini untuk mendorong menjadi saingan global bagi G7, sebuah pengelompokan informal negara-negara maju di dunia. Persaingan blok ini sudah matang dan pertarungan telah dimulai.

Dalam pertemuan puncak di Johannesburg, Afrika Selatan, September 2023, penolakan dominasi Barat mencuat. Dalam pidatonya, Rabu, 23 Agustus 2023, Presiden China Xi Jinping mengatakan, "BRICS adalah sebuah kekuatan penting dalam membentuk lanskap internasional. Kami memilih jalur pembangunan secara independen, bergabung membela hak kami dalam pembangunan, berjalan tandem menuju modernisasi."



Tidak ada satu pun negara yang memiliki keanggotaan di kedua kelompok tersebut. G7 dipimpin oleh Barat (AS, Inggris, Jerman, Prancis, Kanada, Italia, Jepang dengan Uni Eropa sebagai non-anggota). Di sisi lain, BRICS terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Baca Juga: TV Kremlin Ungkap Rusia Targetkan 5 Kota NATO: Hanya 3 Rudal, Peradaban Runtuh!

Dengan apa yang disebut BRICS Plus, enam negara baru Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Argentina, Mesir, dan Ethiopia, juga telah bergabung dengan lima negara sebelumnya. Bergabungnya Iran merupakan tamparan keras bagi kekuatan geopolitik Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!