Rupiah Sepanjang Agustus Loyo 1,65% Disebut Bos BI Masih Undervalue
Senin, 24 Agustus 2020 - 14:32 WIB
"BI memandang rupiah berpotensi akan menguat karena didukung inflasi yang rendah dan terkendali, defisit transaksi berjalan yang reda. Lalu daya tarik pasar keuangan domesik yang tinggi dan premi risiko yang menurun," jelasnya.
(Baca Juga: Jangan Berani Coba-coba, Uang Khusus Rp75.000 Diklaim Sulit Dipalsukan )
Sambung Perry menambahkan, saat ini Inflasi tercatat rendah. Adapun, rendahnya tekanan inflasi karena melambatnya permintaan serta BI menjaga pasokan dan ekpekstasi inflasi dan stabiliats rupiah.
"BI konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat kooridnasi kebijakan," tandasnya.
Pada hari ini menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini bertengger di posisi Rp14.794/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah menyusut usai akhir pekan kemarin Rp14.786/USD.
(Baca Juga: Jangan Berani Coba-coba, Uang Khusus Rp75.000 Diklaim Sulit Dipalsukan )
Sambung Perry menambahkan, saat ini Inflasi tercatat rendah. Adapun, rendahnya tekanan inflasi karena melambatnya permintaan serta BI menjaga pasokan dan ekpekstasi inflasi dan stabiliats rupiah.
"BI konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat kooridnasi kebijakan," tandasnya.
Pada hari ini menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini bertengger di posisi Rp14.794/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah menyusut usai akhir pekan kemarin Rp14.786/USD.
(akr)
Lihat Juga :