Rusia Berisiko Stagflasi, Bank Sentral Kerek Suku Bunga jadi 18 Persen

Minggu, 28 Juli 2024 - 09:44 WIB
"Jika suku bunga tidak dinaikkan, Rusia akan berisiko jatuh ke dalam stagflasi," kata kepala bank sentral, Elvira Nabiullina pada konferensi pers setelah pengumuman tersebut.

Baca Juga: Bank-bank Rusia Berpeluang Mengalahkan Rekor Pendapatan Rp558,3 Triliun di 2023

Istilah ini mengacu pada kombinasi pertumbuhan ekonomi Rusia yang lambat, inflasi tinggi, dan lonjakan pengangguran. Sambung Nabiullina mengungkapkan, suku bunga utama bakal tetap tinggi selama diperlukan demi menurunkan inflasi ke target pemerintah sebesar 4%.

Ia juga menambahkan, pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut mungkin diperlukan. Bank sentral mengatakan kenaikan suku bunga terbaru akan membantu menurunkan inflasi menjadi 4,0 hingga 4,5% pada tahun 2025.

Terakhir kali, Bank of Russia menaikkan suku bunga utama pada bulan Desember. Kenaikan saat itu sebesar 100 basis poin menjadi 16% per tahun menjadi kenaikan kelima berturut-turut sejak musim panas 2023, ketika basisnya berada di 7,5%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!