Sempat Menyesal Gabung Belt and Road Initiative, Italia Kini Ajak China Rujuk
Senin, 29 Juli 2024 - 19:20 WIB
Pada saat yang sama kendaraan listrik juga menjadi pemicu memanasnya hubungan dagang China-UE, dimana Uni Eropa memberlakukan tarif sementara hingga 37,6% pada mobil listrik buatan China pada awal Juli. Kedua belah pihak saat ini masih melakukan pembicaraan untuk mencoba menyelesaikan masalah ini pada tenggat waktu awal November.
Sementara itu China membalas dengan meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap ekspor daging babi Eropa, hanya beberapa hari setelah UE mengumumkan akan mengenakan tarif pada EV China.
Meloni yang tiba di Beijing pada hari Sabtu, melakukan perjalanan pertamanya ke China sebagai perdana menteri. Sebelumnya Ia sempat melakukan pembicaraan dengan Li yang bertemu di New Delhi September lalu saat KTT tahunan G-20, yang menyatukan para pemimpin dari 20 negara besar.
Keputusan Italia untuk bergabung dengan Belt and Road Initiative pada 2019 tampaknya menjadi kudeta politik bagi China, memberikannya terobosan ke Eropa Barat dan dorongan simbolis dalam perang dagang yang saat itu berkecamuk dengan Amerika Serikat.
Akan tetapi Italia mengatakan manfaat ekonomi yang dijanjikan tidak terwujud, dan keanggotaannya menciptakan gesekan dengan pemerintah Eropa Barat lainnya dan Amerika Serikat.
Tahun lalu, defisit perdagangan Italia dengan China tumbuh menjadi lebih dari USD43 miliar atau setara Rp734,5 triliun (Kurs Rp16.323 per USD).
Sementara itu China membalas dengan meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap ekspor daging babi Eropa, hanya beberapa hari setelah UE mengumumkan akan mengenakan tarif pada EV China.
Meloni yang tiba di Beijing pada hari Sabtu, melakukan perjalanan pertamanya ke China sebagai perdana menteri. Sebelumnya Ia sempat melakukan pembicaraan dengan Li yang bertemu di New Delhi September lalu saat KTT tahunan G-20, yang menyatukan para pemimpin dari 20 negara besar.
Keputusan Italia untuk bergabung dengan Belt and Road Initiative pada 2019 tampaknya menjadi kudeta politik bagi China, memberikannya terobosan ke Eropa Barat dan dorongan simbolis dalam perang dagang yang saat itu berkecamuk dengan Amerika Serikat.
Akan tetapi Italia mengatakan manfaat ekonomi yang dijanjikan tidak terwujud, dan keanggotaannya menciptakan gesekan dengan pemerintah Eropa Barat lainnya dan Amerika Serikat.
Tahun lalu, defisit perdagangan Italia dengan China tumbuh menjadi lebih dari USD43 miliar atau setara Rp734,5 triliun (Kurs Rp16.323 per USD).
(akr)
Lihat Juga :