Harga Emas Naik Tinggi, Masyarakat Pilih Jual ketimbang Gadai
Selasa, 30 Juli 2024 - 16:20 WIB
Tingginya harga emas membuat masyarakat lebih memilih menjual dibandingkan menggadaikannya. Foto/Dok
JAKARTA - Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan mengungkapkan bahwa kenaikan harga emas dari awal 2024 berdampak pada omzet perusahaan. Harga emas yang terkerek naik mendorong nasabah Pegadaian memilih menjual aset emasnya, ketimbang menggadaikannya.
Ia mengatakan harga emas melambung tinggi hingga menyentuh Rp1,4 juta per gram. Angka ini naik 16,9 persen sejak awal 2024.
“Harga emas naik tapi omzet kami bisa turun, seperti tahun 2020-an. Kenapa? Masyarakat gak mau menggadai, maunya menjual, karena harga emas tinggi,” ujar Damar dalam konferensi pers di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2024).
“Tidak kami pungkiri emas itu naik 16,9 persen. Dari 16 persen ini biasanya nasabah kami yang uang gadai 50-60 persen dan masyarakat kalau pinjam emas, mereka pinjam duit itu nggak dimaksimalkan,” paparnya.
Ia mengatakan harga emas melambung tinggi hingga menyentuh Rp1,4 juta per gram. Angka ini naik 16,9 persen sejak awal 2024.
“Harga emas naik tapi omzet kami bisa turun, seperti tahun 2020-an. Kenapa? Masyarakat gak mau menggadai, maunya menjual, karena harga emas tinggi,” ujar Damar dalam konferensi pers di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2024).
“Tidak kami pungkiri emas itu naik 16,9 persen. Dari 16 persen ini biasanya nasabah kami yang uang gadai 50-60 persen dan masyarakat kalau pinjam emas, mereka pinjam duit itu nggak dimaksimalkan,” paparnya.
Lihat Juga :