Utang Indonesia ke China Bengkak Tembus Rp372 Triliun Jelang Jokowi Lengser

Kamis, 01 Agustus 2024 - 14:56 WIB
Teranyar, total posisi utang pemerintah terus membengkak menjelang akhir masa jabatan Jokowi. Meskipun masih cukup jauh dari batas aman rasio utang terhadap produk domestik bruto, kondisi itu tetap perlu diwaspadai karena menunjukkan ruang keuangan negara yang semakin sempit.

Baca Juga: Khamenei Perintahkan Iran Serang Israel, Balas Dendam Pembunuhan Ismail Haniyeh

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan posisi utang outstanding pemerintah atau total jumlah utang pemerintah per akhir Juni 2024 mencapai Rp8.444,87 triliun. Komposisi utang tersebut terdiri atas utang berbentuk obligasi negara atau surat berharga negara (SBN) senilai Rp7.418,76 triliun serta utang berbentuk pinjaman sebanyak Rp1.026,11 triliun, dengan pinjaman dari dalam negeri sebesar Rp38,10 triliun dan pinjaman dari luar negeri sebesar Rp988,01 triliun.

Pinjaman luar negeri tersebut terdiri dari pinjaman bilateral, multilateral dan dari bank komersial atau commercial bank. Adapun masing-masing besaran pinjaman sebesar Rp263,72 triliun, Rp600,47 triliun dan Rp123,83 triliun. Profil jatuh tempo utang Indonesia per Juni 2024 rata-rata tertimbang jatuh tempo (average time maturity/ATM) sebesar 7,98 tahun.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!