DPP INSA Minta Pemerintah Tinjau Nasib Kapal Roro
Senin, 05 Agustus 2024 - 18:14 WIB
Wakil Ketua Bidang Roro dan Penumpang DPP INSA, Rachmatika Ardiyanto. FOTO/Lukman Hakim
SURABAYA - DPP Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners' Association ( INSA ) melihat kondisi persaingan angkutan roro penumpang dengan moda transportasi lain sangatlah ketat. Terutama dengan pesawat terbang dan perusahan pelayaran nasional.
Wakil Ketua Bidang Roro dan Penumpang DPP INSA, Rachmatika Ardiyanto mengatakan, bahwa dari sisi angkutan penumpang, kapal roro harus bersaing dengan kapal penumpang milik perusahaan BUMN (PT PELNI) yang mendapatkan subsidi PSO (Public Service Obligation) dengan nilai sangat besar dari pemerintah
"Sedangkan kami, mulai dari investasi kapal hingga biaya operasional semua dibiayai sendiri," ungkap Rachmatika di Surabaya, Senin (5/8/2024).
Baca Juga: Ilmuwan China Klaim Kapal Selam Laser seperti Star Wars Dapat Menghancurkan Satelit AS
Sementara itu, Rachmatika menyebut jika tarif yang dikenakan perusahaan kapal roro kepala penumpang tidak bisa terlalu tinggi karena pertimbangan sensitivitas pasar. Apabila selisih tarif sedikit, maka pasar akan pindah. "Hal ini dikarenakan penumpangnya adalah masyarakat kelas bawah," tandasnya.
Wakil Ketua Bidang Roro dan Penumpang DPP INSA, Rachmatika Ardiyanto mengatakan, bahwa dari sisi angkutan penumpang, kapal roro harus bersaing dengan kapal penumpang milik perusahaan BUMN (PT PELNI) yang mendapatkan subsidi PSO (Public Service Obligation) dengan nilai sangat besar dari pemerintah
"Sedangkan kami, mulai dari investasi kapal hingga biaya operasional semua dibiayai sendiri," ungkap Rachmatika di Surabaya, Senin (5/8/2024).
Baca Juga: Ilmuwan China Klaim Kapal Selam Laser seperti Star Wars Dapat Menghancurkan Satelit AS
Sementara itu, Rachmatika menyebut jika tarif yang dikenakan perusahaan kapal roro kepala penumpang tidak bisa terlalu tinggi karena pertimbangan sensitivitas pasar. Apabila selisih tarif sedikit, maka pasar akan pindah. "Hal ini dikarenakan penumpangnya adalah masyarakat kelas bawah," tandasnya.
Lihat Juga :