Jaga Rantai Pasok Batu Bara, PLN EPI Pastikan HOP Pembangkit di Atas 20 Hari

Senin, 05 Agustus 2024 - 21:58 WIB
"PLN EPI memastikan pasokan energi primer terjamin dengan monitoring pasokan yang terintegrasi dengan Minerba Online Monitoring System (MOMS) milik Ditjen Minerba hingga perbaikan infrastruktur. Hal ini penting untuk menjamin pasokan listrik yang andal untuk seluruh masyarakat," ungkap Iwan di Jakarta, Senin (5/8/2024).

Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Shoigu Tiba di Iran

Pasokan batu bara untuk kelistrikan umum tahun 2024-2026 telah dipenuhi melalui Penugasan kepada Sumber Tambang sesuai Surat Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, nomor: B-1839/MB.05/DBB.OP/2023, tanggal 2 Desember 2023. Pasokan batu bara DMO dengan harga USD70 per metric ton untuk pembangkit PLN ini sangat penting dalam menjadikan tarif listrik tetap terjangkau.

Untuk bisa memastikan jaminan pasokan, lanjut Iwan, PLN EPI juga telah melakukan berbagai pembaruan kontrak, dari semula kontrak jangka pendek, menjadi kontrak jangka panjang dengan penambang langsung. "Upaya ini merupakan strategi untuk mendapatkan kepastian pasokan batu bara ke pembangkit," jelasnya.

Iwan mengatakan, pada tahun 2023, pencapaian batu bara DMO mencapai 176,80 juta ton. Sementara pada 2024, pemerintah telah mencanangkan target pemenuhan kebutuhan batu bara domestik sebesar 181,30 juta ton.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!